LPHD Wana Lestari & Baturraden Adventure Forest ( BAF ) Jajaki Peluang Kolaborasi Pengelolaan Hutan & Ketahanan Pangan

Pengelolaan ketahanan pangan hutan adalah upaya untuk menjaga dan meningkatkan kemampuan hutan dalam menyediakan pangan yang cukup dan berkelanjutan bagi masyarakat yang bergantung pada hutan. Berikut adalah beberapa strategi pengelolaan ketahanan pangan hutan:

  1. Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat: Melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan hutan untuk memastikan bahwa kebutuhan pangan mereka terpenuhi.
  2. Pengembangan Sistem Pertanian Hutan: Mengembangkan sistem pertanian yang berkelanjutan dan berbasis pada prinsip-prinsip ekologi hutan.
  3. Pengelolaan Sumber Daya Alam: Mengelola sumber daya alam hutan, seperti air, tanah, dan vegetasi, untuk memastikan bahwa mereka tetap seimbang dan berkelanjutan.
  4. Pengembangan Teknologi Pertanian: Mengembangkan teknologi pertanian yang berkelanjutan dan berbasis pada prinsip-prinsip ekologi hutan.
  5. Pengelolaan Risiko: Mengelola risiko yang terkait dengan perubahan iklim, kekeringan, dan hama penyakit untuk memastikan bahwa produksi pangan tetap stabil.
  6. Pengembangan Sistem Pemasaran: Mengembangkan sistem pemasaran yang efektif untuk memastikan bahwa produk pangan hutan dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkannya.
  7. Pengelolaan Kebijakan: Mengelola kebijakan yang terkait dengan pengelolaan hutan dan pangan untuk memastikan bahwa kebijakan tersebut mendukung pengelolaan ketahanan pangan hutan.

Dengan menerapkan strategi-strategi tersebut, pengelolaan ketahanan pangan hutan dapat membantu meningkatkan kemampuan hutan dalam menyediakan pangan yang cukup dan berkelanjutan bagi masyarakat yang bergantung pada hutan.

Manfaat pengelolaan ketahanan pangan hutan antara lain:

  • Meningkatkan produksi pangan yang berkelanjutan
  • Meningkatkan ketahanan pangan masyarakat yang bergantung pada hutan
  • Mengurangi kemiskinan dan ketidaksetaraan
  • Meningkatkan kualitas lingkungan hidup
  • Mengurangi risiko perubahan iklim dan kekeringan

Namun, pengelolaan ketahanan pangan hutan juga memiliki beberapa tantangan, seperti:

  • Keterbatasan sumber daya
  • Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan
  • Keterbatasan infrastruktur
  • Keterbatasan kebijakan dan peraturan yang mendukung

Oleh karena itu, diperlukan upaya yang berkelanjutan dan berbasis pada prinsip-prinsip ekologi hutan untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut dan meningkatkan kemampuan hutan dalam menyediakan pangan yang cukup dan berkelanjutan bagi masyarakat yang bergantung pada hutan.

Pertemuan diadakan LPHD Wana Lestari bersama Baturraden Adventure Forest (BAF) pada hari sabtu 8 Februari 2025 menghasilkan beberapa kesepakatan penting.

Pengelolaan Hutan, Potensi Ketahanan Pangan hingga Pengelolaan sampah menjadi topik hangat pertemuan yang dilaksanakan di BAF dari sore hingga petang.

Cuaca dingin di hutan kaki gunung slamet terimbangi obrolan hangat lintas generasi.

Isu strategis ketahanan pangan menjadi topik paling seru dibicarakan. Hal tersebut selaras dengan Rencana Kerja Perhutanan Sosial (RKPS) LPHD Wana Lestari.

Sehingga menjadi titik temu bagi kedua pihak yang sama-sama mengelola hutan, sepakat melakukan kolaborasi baik kegiatan konservasi maupun kegiatan Usaha.